4 Penyebab ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ketika bayi lahir maka akan menjadi hari yang sangat membahagiakan. Anda tidak sabar untuk segera menyusuinya dan melihatnya pertumbuhannya. Lantas akan terjadi pertumbuhan yang tidak stabil jika bayi tidak mendapatkan ASI karena tidak adanya ASI yang keluar. Penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan sebagai berikut.

Penyebab ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

1. Proses Persalinan
Persalinan terbaik yang menyatakan kondisi ibu dan bayi akan baik-baik saja lebih besar jika proses melahirkan yang berlangsung secara normal. Jika proses lahiran berlangsung secara caesar atau bahkan prematur tentu akan memberikan efek kepada bayi dan juga Anda.

Proses melahirkan dengan operasi caesar dapat menyebabkan Anda mengalami masalah saat masa menyusui. Operasi caesar akan menyebabkan Anda membuat produktivias ASI terhambat. ASI membutuhkan waktu untuk keluar karena menunggu kondisi tubuh ibu kembali stabil setelah operasi.

Proses melahirkan yang berlangsung secara prematur akan menyebabkan resiko terjadinya produksi ASI yang terhambat. Pertumbuhan jaringan payudara yang memproduksi ASI pada akhir kehamilan tidak berjalan sempurna karena terjadinya kelahiran prematur. 

Anda bisa membantu meningkatkan produktivitas ASI menjadi meningkat dengan mengkonsumsi susu ibu menyusui yang akan memberikan nutrisi. Kandungan gizi yang cukup akan membuat kondisi tubuh Anda segera membaik pasca melahirkan.

Susu ibu menyusui bisa Anda dapatkan dengan mudah secara online di toko perlengkapan bayi Orami. Anda tidak perlu repot keluar rumah. Ditambah lagi keuntungan yang Anda dapatkan dengan harga diskon lebaran sale hingga 18%.

2. Bagian Plasenta yang Tertinggal
Tertinggalnya bagian plasenta di dalam tubuh akan memberikan dampak pada produktivitas ASI Anda. ASI diproduksi secara otomatis oleh tubuh Anda selama masa kehamilan. Berlangsungnya proses tersebut menghasilkan hormon prolaktin yang menjadi sinyal untuk tubuh terus meningkatkan produksi ASI.

Adanya bagian plasenta yang tertinggal di dalam tubuh (terutama progesteron) akan membuat terhentinya tubuh merespons atau menanggapi hormon prolaktin. Kondisi ini yang akan menahan ASI untuk tidak keluar.

3. Pendarahan dan Penggunaan Infus
Perdarahan yang terjadi setelah melahirkan dengan adanya kehilangan darah pada Anda sebanyak 500ml. Anda akan mengalami gangguan kerja kelenjar hipofisisdi di dalam tubuh sehingga mempengaruhi kelenjar ini untuk mengontrol hormon laktasi.

Anda akan diinfus ketika mengalami perdarahan dimana penggunaan cairan infus dalm jumlah banyak akan menyebabkan payudara bengkak. Kondisi ini akan membuat ketersediaan ASI menjadi terhambat sampai kondisi payudara Anda kembali normal.

4. Payudara Bermasalah
Permasalahan pada payudara akan menjadi penyebab tidak keluarnya ASI setelah melahirkan. Salah satunya kondisi payudara yang belum mengalami perkembangan dengan sempurna. Kondisi ini disebabkan karena hipoplasia atau jaringan kelenjar susu yang tidak cukup untuk memproduksi ASI.

Payudara yang telah mengalami operasi atau pun cedera berdampak pada hilang atau rusaknya jaringan payudara yang berhubungan dengan pengeluaran ASI. Permasalahan payudara berikutnya yaitu karena bentuk puting payudara yang datar atau masuk ke dalam.

Anda bisa mengatasi permasalahan ini dengan melakukan pijat pada payudara yang telah dimulai sejak masa akhir kehamilan. Rangsangan pertama dari isapan bayi pertama kali juga menjadi pemicu keluarnya ASI. Anda harus menjaga kesehatan untuk dapat melahirkan secara normal agar tidak mengalami permasalahan saat akan memberikan ASI kepada bayi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Penyebab ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan"

Post a Comment